Selasa, 16 September 2014
     
Home Lampung Raya Lamteng - Metro Kepala BKD Lamteng Dicatut

Kepala BKD Lamteng Dicatut

1094
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Penipu Minta Transfer Rp12 Juta
GUNUNGSUGIH – Tenaga honorer kategori dua (K2) di Lampung Tengah harus waspada. Penipuan yang mencatut kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamteng sedang marak. Modus yang digunakan pelaku, menghubungi korban dengan cara menelepon. Lalu dijanjikan SK yang sudah bisa diambil di kantor BKD. Lantas, pelaku meminta sejumlah uang untuk segera ditransfer.

    Salah satu korban yang hampir tertipu yakni Wulandari. Guru yang berdinas di SDN 4 Kampung Astomulyo, Punggur, ini kemarin pagi dihubungi nomor yang tidak dikenal. Lalu, dia menjawab dan oknum itu meminta sejumlah uang untuk ditransfer, dengan dijanjikan SK sudah bisa diambil di kantor BKD.

    ’’Dia (pelaku) menyuruh saya mentransfer Rp12 juta. Tetapi, saya kurang percaya karena orang yang mengaku Pak Yunizar (kepala BKD Lamteng, Red) itu ngomongnya bentak-bentak,” ujar Wulandari saat ditemui di kantor BKD Lamteng, Gunungsugih, kemarin, yang sekaligus meminta kejelasan terkait hal itu.

    ’’Saya langsung ke kantor BKD. Untung saja, uang yang saya bawa ini belum sempat saya transfer,” ujarnya seraya menunjukkan uang di dalam tasnya.

    Selain meminta uang, lanjut Wulandari, pelaku juga meminta beberapa syarat. Di antaranya transkrip nilai, SK dan ijazah terakhir, fotokopi KTP dan akta kelahiran, serta pasfoto 3 x 4.

    ’’Dia (pelaku) menyuruh syarat-syarat tersebut dimasukkan map warna merah rangkap tiga,” jelas Wulandari sembari menunjukkan nomor telepon yang menghubunginya, yaitu 081212422313.

    Sementara itu, Kepala BKD Lamteng Yunizar, S.E. geram dengan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab itu. ’’Kasus seperti ini sudah sering terjadi. Untung ibu itu (Wulandari) belum mentransfer uangnya. Padahal sudah saya tegaskan, BKD tidak seperti itu. Ini semua tidak benar,” tegasnya.  

    Yunizar meminta para K2 di Lamteng lebih berhati-hati. Jika ada oknum yang tidak dikenal menghubungi, harap dikonfirmasi lebih lanjut ke BKD. ’’Seharusnya kalau ada kasus seperti itu, yang bersangkutan bisa mengonfirmasi lebih lanjut lah. Supaya jelas dahulu. Jika sudah jelas kan aman dunia ini,” ungkap Yunizar. (rid/rnn/p2/c1/adi)

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::